Tools Subnetting

On May 17, 2010, in Cisco, Networking, by hio

Melakukan penghitungan subnetting memang terkadang memiliki kesulitan tertentu. Untuk ruang lingkup pembelajaran, mungkin artikel saya mengenai belajar menghitung subnetting bisa membantu memahami konsep dan cara kerjanya.

Tetapi pada kenyataannya, banyak tersedia tools yang sifatnya sebagai pendukung mampu meringankan beban kerja engineer dalam melakukan subnetting. Di linux misalnya, dengan bantuan ipcalc kita bisa mengetahui ip broadcast, host min maupun host max, ip network, subnet mask dan lain sebagainya yang berkaitan dengan proses subnetting. Di windows ada aplikasi yang sering saya gunakan yaitu LanCalculator. Software-nya sederhana tapi cukup powerfull bagi saya dan yang istimewa lagi software ini gratis. Bagi kalian yang membutuhkan bisa langsung klik link dibawah ini.

LanCalculator

Dalam tahap pembelajaran, saya sarankan penggunaan tools hanya untuk mendukung saja. Kita bisa melakukan penghitungan subnetting secara pemahaman konsep dan kemudian menggunakan tools sebagai “kunci jawaban”.

Happy Networking!! :linux2:

http://lantricks.com/lancalculator

Tagged with:
 

Static Routing

On March 5, 2010, in Cisco, Networking, by hio

Menambahkan remote network ke dalam routing table bisa melalui kedua cara berikut, yaitu melakukan konfigurasi static routing dan atau mengaktifkan protokol dynamic routing. IOS mempelajari remote network dan  interface yang akan digunakan untuk mencapai suatu tujuan jaringan lalu kemudian menambahkannya kedalam routing table selama interface tersebut berada dalam keadaan aktif (enabled).

Ada beberapa kondisi yang tepat mengenai kapan penggunaan konfigurasi static routing, antara lain dalam contoh kasus sebuah jaringan yang terdiri dari sedikit router. Penggunaan static routing di dalam sebuah jaringan seperti ini dinilai tepat, tugas administrator tidak terlalu berat. Justru penggunaan dynamic routing tidak dibutuhkan karena tidak memiliki keuntungan yang berarti bahkan bisa menyebabkan overhead. Jaringan yang terhubung ke internet hanya melalui satu ISP tidak diperlukan menggunakan protokol dynamic routing karena bisa dipastikan jaringan tersebut hanya memiliki satu-satunya jalur keluar, sehingga cukup dikonfigurasi dengan static routing.

Continue reading »